Minggu, 06 Desember 2009

MENJADI IBU RUMAH TANGGA BERKUALITAS

jika dulu orangtua kita, begitu apresiatif terhadap anak perempuannya dengan mengatakan bahwa seorang anak perempuan tidak perlu disekolahkan tinggi-tinggi, mengingat nantinya hanya berkutat pada seputar pekerjaan rumah tangga (orang jawa bilang dapur, sumur dan kasur). Menurut saya jika diterapkan di zaman sekarang ini tidaklah cocok, karena permasalahan yang kita hadapi sekarang ini lebih kompleks, salah satu contoh adalah mendidik anak-anak kita. Dibutuhkan ilmu dan pengetahuan yang tinggi untuk membentengi anak-anak kita dari derasnya arus pergaulan yang cenderung banyak negatifnya. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa teknologi yang diagung-agungkan selama ini juga membawa pengaruh buruk pada anak-anak kita, misalnya saja siaran televisi dan Internet, jika kita tak pandai-pandai memantau anak kita maka jangan disalahkan jika akhirnya anak kita menjadi korbannya.

Itu baru satu aspek yang harus dikuasai oleh para ibu di zaman sekarang, ada sederet masalah lain lagi yang juga harus dikuasai si supermom ini, seperti misalnya bagaimana melayani suami dengan baik (jika perlu membantu meringankan pekerjaannya), bagaimana mengurus rumah agar tetap terlihat bersih, rapi, sejuk dan menyenangkan, bagaimana bisa menjadi telaga yang menentramkan kala anak dan suami tertimpa masalah dan yang paling penting adalah bagaimana menjadi pemimpin dalam rumah tangga suaminya dengan hanya mengharap Ridho dari Allah semata. Sedangkan terkadang iman kita tak selalu stabil, naik turun tak menentu.

Disamping itu, rutinitas kegiatan sehari-hari terkadang membuat kita jenuh, pekerjaan yang tak ada habisnya dari bangun tidur sampai tidur lagi, dari mulai bersih-bersih rumah, cuci baju, memasak sampai mengurus suami dan anak, yah pokoknya 24 jam non stop lah. Jika kita tak pintar-pintar memenej waktu, bisa jadi kita yang akan jadi santapan makan siang “sang waktu” tersebut.

Sayidina Ali r.a mengatakan, “Didiklah anakmu sesuai dengan Zamannya”. Untuk bisa terus eksis mengikuti perkembangan zaman kita juga harus mempunyai ilmu dan pengetahuan yang labih dari zaman-zaman sebelumnya atau zaman kita dahulu. Yah, kalau dulu standarnya SD, paling nggak sekarang minimal SLTA. Itupun juga harus diimbangi dengan akhlaq dan budi pekerti yang tinggi.

Jadi kesimpulannya, sekolah tinggi bagi seorang wanita itu sangatlah perlu, for what? Untuk menyiapkan generasi penerus negeri ini yang sarat dengan Iman, Islam, cerdas hati dan cerdas pikir, berbudi pekerti yang baik dan memiliki daya integritas yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar