"Nina, ngaji dulu yuk sayang ?", kataku (sambil memelas penuh harap)
"Nggak mauuuu....? kata nina, gadis kecilku yang baru berumur 3,5 tahun.
"Eh, anak sholehah kalo' mau ngaji nanti dapat pahala loh, trus disayang Allah pula, disayang malaikat, dan nggak jadi temennya setan deh......" yuk ngaji nak..."
"Nggak mau, nina nggak mau ngajii...!!!!" teriaknya.
Hhh..., itulah dialog yang selalu kami ulangi ketika adzan Maghrib selesai dikumandangkan. Dialog yang selalu berakhir dengan tarikan napas pasrahku, dialog yang membuatku tersenyum masam dan dialog yang selalu ingin kurubah dengan ending yang menyenangkan dengan jawaban "ya".
Namun, aku sebisa mungkin untuk tidak marah atau kecewa dengan kejadian yang selalu berulang itu. Setelah jurus merayuku tak berhasil akupun segera pergi mengaji sendiri, mengeja huruf demi huruf hijaiyah hingga terangkai menjadi ayat demi ayat. Setelah kira-kira 2 atau 3 lembar akupun mengakhirinya dengan membaca maknanya satu persatu, sambil tak lupa aku memohon kepada-Nya agar dibukakan pintu hati anakku tuk selalu bisa menerima hidayah-Nya. Dan kejadian itu selalu terulang berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Hingga pada suatu hari....
"Ibu Nina mau ngaji sekarang bu..."
"What....!! , Apa sayang, coba diulangi lagi ya....?"(nggak sale neh, pikirku dengan sejuta tanda tanya)"
"Nina mau ngaji kayak ibu, diajarin ibu ya bu..." kata si 3 tahun-ku,
"Okey sayang, eh tapi ibu boleh tau nggak, kenapa sih nina tiba-tiba mau ngaji biasanya kan kalo' disuruh ngaji nina nggak mau...."
"Ya... ibu kan juga ngaji terus, masa nina nggak, kan biar disayang sama Allah......"
"Ooo gitu ya, Subhanalloh..... anak ibu pinter, anak ibu hebat....kalo gitu kita mulai saja sekarang ngajinya ya sayang..."
"Bismillahirrohmanirrohim....."
Ya begitulah, akhirnya ending yang kuharapkan terjadi juga, meskipun aku harus menunggu dalam waktu yang tak sebentar. tapi dari kejadian itu juga aku bisa mengambil pelajaran kalo' kita mau mengajak anak untuk berbuat baik kita juga harus memulainya terlebih dahulu dengan terus menerus, nggak asal nyuruh-nyuruh trus kitanya malah nonton TV atau sambil melakukan kegiatan yang lain.
Dan Alhamdulilllah hingga saat ini gadis kecilku udah lulus Iqra, jilid 1. he...he....
Sabtu, 28 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar