Senin, 30 November 2009

RINDU ILAHI

Ketika jemariku tengah merangkai kata
Ketika sepasang mataku tengah menatap lepas
Ketika hirup nafasku kian memburu
Ketika ciptaku tertuju pada-Mu
Ketika rasaku kian membuncah dalam kalbu

Aku mengingat-Mu ya Rabbi
Aku merindu-Mu ya Rahman
Aku mengharap-Mu ya Rokhim
Dekatkanlah aku dengan-Mu ya 'Aziz

sesungguhnya, aku takut....

Jika aku dekat dengan-Mu
Lalu Kau pasti kan mengujiku
sedang jika aku tak lulus, tak sanggup
Kau kan menjauh dariku....

Allah,

Ampuni aku....
Bimbing hambamu tuk selalu dalam petunjuk-Mu
Tuntun langkahku tuk selalu dalam jalan-Mu
Lindungi aku dalam setiap denyut nadiku
Jadikanku selalu dalam dekap Ridho-Mu


Sabtu, 28 November 2009

Secangkir Teh

Alhamdulillah, waaah setelah menunggu sekian lama, akhirnya jadi terbit juga blog saya yang baru, yang pastinya masih penuh dengan keterbatasan disana-sini, but it's not problem, karena saya akan terus berusaha tuk memperbaiki semuanya, baik dari segi lay out, pengaturan dan yang terpenting isinya.

Oh iya, thank's a lot for my husband, sebab karena dirimu-lah semua keinginan terpendamku selama ini bisa tercapai (cei...le..), yah paling nggak blog ini akan kujadikan sebagai ajang tuk mengeluarkan sederet uneg-uneg, rasa simpati, happy bahkan sampai instrospeksi diri. Tapi ya itu karena udah ibu-ibu, so, tuk menyisihkan waktu luang hanya tuk sekedar ngetik beberapa buah kata kok ya susye... amat ya (amat aja nggak susah, ya mat.. he...he..). Dari yang melayani kebutuhan suami, ngurus anak, melakukan pekerjaan rumah tangga hingga bantu suami mengurus toko kami (walau cuma 1/2 hari sih..he....), maklum kagak ada yang ngebantuin di rumah sih, tau sendiri kan dijaman seperti ini cari pembantu rumah tangga yang cocok di hati dan nyaman di kantong tuh nggak mudah (emang barang dagangan nyaman di kantong, hi...hi.....), jadi ya biarkanlah seperti air yang mengalir, mengerjakan sendiri sebisa-bisanya yang penting jadinya rapi ya...(eh, kagak nyambung ya......, ah EGP-lah).

Yaah, akhirnya hanya semangat tuk berusaha menjadi lebih baiklah yang bisa membuat blog saya akan terus eksis ditengah kemajuan teknologi yang serba canggih ini dan semoga Allahu Rabbi selalu meridhoi langkahku ini agar bisa terus berbagi dan bisa berarti di segala lini. Oke... tetap semangat, semangat, semangat dan hidup blogger Indonesia .........!!!!

Dialog Senja Hari

"Nina, ngaji dulu yuk sayang ?", kataku (sambil memelas penuh harap)
"Nggak mauuuu....? kata nina, gadis kecilku yang baru berumur 3,5 tahun.
"Eh, anak sholehah kalo' mau ngaji nanti dapat pahala loh, trus disayang Allah pula, disayang malaikat, dan nggak jadi temennya setan deh......" yuk ngaji nak..."
"Nggak mau, nina nggak mau ngajii...!!!!" teriaknya.

Hhh..., itulah dialog yang selalu kami ulangi ketika adzan Maghrib selesai dikumandangkan. Dialog yang selalu berakhir dengan tarikan napas pasrahku, dialog yang membuatku tersenyum masam dan dialog yang selalu ingin kurubah dengan ending yang menyenangkan dengan jawaban "ya".

Namun, aku sebisa mungkin untuk tidak marah atau kecewa dengan kejadian yang selalu berulang itu. Setelah jurus merayuku tak berhasil akupun segera pergi mengaji sendiri, mengeja huruf demi huruf hijaiyah hingga terangkai menjadi ayat demi ayat. Setelah kira-kira 2 atau 3 lembar akupun mengakhirinya dengan membaca maknanya satu persatu, sambil tak lupa aku memohon kepada-Nya agar dibukakan pintu hati anakku tuk selalu bisa menerima hidayah-Nya. Dan kejadian itu selalu terulang berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Hingga pada suatu hari....
"Ibu Nina mau ngaji sekarang bu..."
"What....!! , Apa sayang, coba diulangi lagi ya....?"(nggak sale neh, pikirku dengan sejuta tanda tanya)"
"Nina mau ngaji kayak ibu, diajarin ibu ya bu..." kata si 3 tahun-ku,
"Okey sayang, eh tapi ibu boleh tau nggak, kenapa sih nina tiba-tiba mau ngaji biasanya kan kalo' disuruh ngaji nina nggak mau...."
"Ya... ibu kan juga ngaji terus, masa nina nggak, kan biar disayang sama Allah......"
"Ooo gitu ya, Subhanalloh..... anak ibu pinter, anak ibu hebat....kalo gitu kita mulai saja sekarang ngajinya ya sayang..."

"Bismillahirrohmanirrohim....."

Ya begitulah, akhirnya ending yang kuharapkan terjadi juga, meskipun aku harus menunggu dalam waktu yang tak sebentar. tapi dari kejadian itu juga aku bisa mengambil pelajaran kalo' kita mau mengajak anak untuk berbuat baik kita juga harus memulainya terlebih dahulu dengan terus menerus, nggak asal nyuruh-nyuruh trus kitanya malah nonton TV atau sambil melakukan kegiatan yang lain.

Dan Alhamdulilllah hingga saat ini gadis kecilku udah lulus Iqra, jilid 1. he...he....